Thursday, January 29, 2015

Warehouse Management System Proses



Warehouse Management System

Warehouse Management System bagian dari ERP (Enterprise Resource Planning), dimana berkaitan dengan Stock pada Inventory Gudang anda. Anda pernah dengar istilah 5S ? Ya. Tujuan Warehouse Management System adalah 5S.


 
Warehouse Management System Proses



Proses dalam warehouse Management System yaitu :
1. Penerimaan
Proses ini adalah awal dari Warehouse Management System dimana Barang Masuk kedalam Warehouse yang nantinya akan di manage secara penempatan dan pemakaian dalam proses selanjutnya ( Pengiriman barang ke Customer, Supplier, Bagian Produksi, dll ). 

2. Peletakan
Peletakan Barang sangat penting dalam Warehouse agar ketika dibutuhkan atau dicari dapat dengan mudah ditemukan.

3. Pengambilan
Pengambilan Barang harus memiliki Prosedur yang ketat dimana, tidak boleh menyalahi aturan yang dibuat, karena hal ini akan mempengaruhi akurasi jumlah inventory pada gudang anda. Pola pengambilan bisa berdasarkan FIFO.

4. Pengemasan
Pengemasan barang haruslah dibuat standard guna mencapai kerapihan, terutama akurasi dalam perhitungan jumlah stock barang yang dimiliki.

5. Pengantaran
Setiap barang yang dikirim keluar haruslah sesuai dengan dokumentasi yang tercatat dalam surat jalan atau dokumentasi lainnya. Ini adalah proses akhir didalam warehouse Management System itu sendiri.

Diantara ke 5 Proses diatas yang berperan dalam sebuah proses adalah point 2,3 dan 4. Sedangkan 1 sebagai Inputan/Masukan dan 5 sebagai Output/Keluaran.

Pada Warehouse Management System, apa yang harus dipersiapkan??
1. Identifikasi Barang
Definisikan Barang yang akan disimpan pada Gudang artinya Anda perlu tahu barang apa saja yang perlu disimpan pada gudang.

2. Klasifikasi Barang
Setelah anda mengetahui barang apa saja yang perlu harus disimpan kedalam gudang, kemudian anda perlu klasifikasi barang anda. Klasifikasi ini terkait dengan metode Penyimpanan dan Peletakan barang. Beberapa contoh yang mungkin terjadi ditempat anda 
*) Jika barang anda terkait dengan Makanan dan Minuman tentunya mempunyai tingkat kadarluasa yang berbeda-beda berdasarkan tanggal produksi.
*) Kondisi Barang, Klasifikasi ini bisa saja terkait barang NG, Good, ReWork, Finishgoods, WIP, Raw Material, Flamebility, Suhu. 

3. Kemasan Barang
Perlu nya kemasan standar, artinya sangat perlu diperhatikan bentuk kemasan, dimensi kemasan, kerapuhan kemasan, jumlah barang dalam kemasan, varian kemasan.

4. Lokasi Penyimpanan.
Lokasi penyimpanan haruslah mempunyai identitas masing-masing, Seperti Jumlah Rak, Tingkat Rak, Jumlah Lokasi Penyimpanan, kategory Tempat Penyimpanan terkait barang apa saja yang seharusnya disimpan pada lokasi penyimpanan tertentu.

Contoh dalam Rak, Setiap Rak harus diidentifikasi Misal kita punya 10 Rak anda bisa menamakan Rak A, B, C, D, E, F, G, H, I, J 

Jika dalam satu barisan ada beberapa Rak anda bisa menambahkan identifikasi barisan Contoh 10 Rak disusun 5 baris artinya tiap baris ada 2 rak, Maka Baris kita identifkasikan dengan R, karena ada 5 Baris maka R1, R2, R3, R4, R5.

Kemudian kita lebih spesifik lagi dengan Tingkat Rak, Misal ada 5 tingkat Anda bisa identifikasi L1, L2, L3, L4, L5

Setelah itu lebih spesifik lagi, Setiap tingkat dalam satu rak kita pecah dalam Ruang. Misal Rak A dengan L1 (Tingkat 1) di bagi menjadi 10 Ruang, Maka bisa kita identifkasi kedalam B1, B2, B3 Dst B10.
Khusus Lokasi yang memiliki suhu yang berbeda, haruslah memiliki nama lokasi yang berbeda pula.

Wednesday, January 28, 2015

Barcode 1 Dimensi c39hrp24dhtt

Berikut ini Type Font barcode untuk Product, Yang mungkin bisa jadi rekomendasi pada Barcode 1 Dimensi. Saya menggunakan type font c39hrp24dhtt.ttf

 Click link Untuk Download Fonts c39hrp24dhtt.ttf

Bagi  Anda yang ingin mengimplementasikan System barcode, mungkin sangat berguna.



Cara Enable dan Disabled Macro Setting



Hari ini kembali support user, untuk menggunakan Macro pada excel. secara default macro tersetting High Security hal ini guna menghindari ada Program-program asing yang mungkin akan mencuri data atau merusak data, dimana macro tersebut akan dijalankan pada excel kita.

Saya menyarankan untuk memilih Security pada level medium, jadi setiap aplikasi macro berjalan saya tahu apakah macro tersebut aplikasi yang kita kenali atau tidak.

Untuk Mic. Office 2000 dan 2003 

Pilih Menu Tools” tab  => Macro  =>  Security


Setelah itu akan muncul jendela baru dan pilih Security Level pada Medium Security”,
Maka setiap macro berjalan akan menanyakan Permission Setiap kali sebelum macro dijalan kan.


Untuk Mic. Office 2007 

Click Tombol “Office” 
Setelah itu Click pada “Excel option” (Lokasi dibawah)
Selanjutnya Pilih “Trust Center” > “Trust Center Setting”



Pilih macro Setting dan pilih level Security macro
Untuk Mic. Office 2010

Pilih File => Options => Trus Center kemudian Click “Trust Center Settings”


Setelah itu pilih “Macro Setting” dan pilih Security Setting

Sunday, January 25, 2015

Dua Jenis Surat Tilang Polisi Lalu Lintas

Slip tilang terdapat dua macam, yaitu:
1. Slip Biru, berarti pelanggar mengakui kesalahan dan bersedia membayar denda MAKSIMAL ke bank yang ditunjuk.
2. Slip Merah, berarti pelanggar tidak mengakui kesalahannya dan bersedia mengikuti sidang di pengadilan yang telah ditentukan.

kedua macam slip tilang tersebut diikuti penyitaan SIM atau STNK pelanggar sebagai barang bukti.


Semoga bermanfaat dan berhati-hati dengan urusan denda tilang.


Sumber Informasi   dari POLRI (Korps Lalu Lintas)
http://adf.ly/wf2Kg

Wednesday, January 21, 2015

Some of the controls on this property sheet are disabled

"Some of the controls on this property sheet are disabled..."
Begitulah kira-kira bunyi pesan error yang ditampilkan ketika ingin merubah setting IP Address.
Seperti yang ditampilkan gambar diatas, untuk itu cobalah cara-cara berikut ini.:

1. Anda bisa reset Configure Winsock, IPV4, dan IPV6 ke settingan default
Caranya :
a. Start menu, Pilih Run Dan Ketik CMD (jalankan Sebagai Administrator)
b. Ketik perintah berikut :
netsh winsock reset catalog
netsh int ipv4 reset reset.log
netsh int ipv6 reset reset.log 

Setelah itu Restart Komputer Anda.

2. Jika langkah pertama masih belum membuat komputer anda kembali normal, cobalah untuk membaca artikel dari microsoft berikut ini :

3. Jika masih belum berhasil juga coba dengan membersihkan boot windows anda.

Sekian sekiranya dapat membantu anda, untuk saya sendiri cara nomer satu sudah cukup untuk mengatasi masalah saya. selamat mencoba!
  




Thursday, January 15, 2015

Enable Wifi dan Disable Wifi Pada Windows 7

Hari ini ada telepon dari Client, dia bilang koneksi internet hilang, saya perjelas lagi maksudnya katanya informasi internet yang dekat jam hilang, karena klien pakai laptop dan wifi, saya asumsikan wifinya telah mati atau disable, entah kenapa mungkin faktor tidak disengaja. ternyata benar saja setelah saya kasih solusi dibawah ini, akhirnya hidup kembali.
Berikut ini langkah yang klien lakukan.

Langkah untuk Menghidupkan (enabled) Wifi dan Mematikan (Disabled) Wifi Pada Laptop atau PC Windows 7:

1. Pilih Sart Menu, kemudian Pilih Control Panel



2. Setelah itu Pilih Network and Internet, kemudian pilih Networking and Sharing Centre

3. Lihat pada sisi sebelah kiri, ada menu pilih Change adapter settings.

4. Kemudian Pilih icon Wireless Network Connection, Klik Kanan dan pilih Enable