Showing posts with label System. Show all posts
Showing posts with label System. Show all posts

Sunday, May 24, 2015

Membuat bootable dengan Hiren CD Boot COPY Operating System

 Download Aplikasinya yang diperlukan

1. Aplikasi Hiren CD Boot :
http://adf.ly/1Hm7nE atau http://adf.ly/1Hm7qx

2. USB Autoload :
http://adf.ly/1Hm60r

3. Aplikasi Ghost
http://adf.ly/1Hm7xP

- Setelah download ke tiga file tersebut ekstrak file yang terkompress,
- Colokkan Flashdisknya lalu jalankan Universal USB installer dan klik I Agree
- Pilih OS Hirenboot CD, pada baris pertama.
- Baris kedua pilih folder hiren boots.
- Cari ISO hirenboot, kemudian tentukan lokasi drive flash disk.
- Buka flashdisk pada windows eksplorer tambahkan file Ghost32 di Hiren's BootCD => HBCD => Programs => Files => 



Cara menjalankan backup windows/ file di komputer.

1. Restart komputer,dan saat komputer mulai nyala segera tekan berulang-ulang tombol tertentu pada keybord untuk bisa masuk ke BIOS ( nama tombol sesuai dengan perintah dilayar misal Press F...for boot option atau for setup), misalnya saja press F2 atau F7 dll, masing-masing bisa berbeda.

2. Pada tampilan BIOS, lalu geser ke menu Boot pakai tombol panah kanan/kiri. Selanjutnya atur atau rubah Boot Priority order ke posisi nama flashdisk anda, misal Toshiba trans memory USB
Sebagai contoh kasus misalnya; trans memory anda di Boot Priority, terdeteksi di no.6, untuk merubah ke no.1, caranya tekan shift lalu tekan tombol panah-up/naik.

3. Setelah Hiren's Boot CD 15.2 terbuka, pilih mini Windows XP (tunggu loading selesai).

4. Buka HBCD Menu > Backup > Ghost (optional) > Ghost32

5. Kemudian muncul aplikasi ghost32 11.0 (symantec) dan klik OK

6. Ada beberapa pilihan yang bisa kita gunakan seperti


Local --> Disk --> To Disk
Local --> Disk --> To Image
Local --> Disk --> From Image

Local --> Partition --> To Partition
Local --> Partition --> To Image

Local --> Partition --> From Image

Local --> Check --> Image file
Local --> Check --> Disk

Local > Disk > To Disk adalah untuk cloning dari harddisk ke harddisk. Artinya isi file harddisk (yang menjadi sumber) akan di cloning ke harddisk lainnya sehingga hasilnya sama persis dengan sumbernya. Ini sering digunakan para teknisi/toko untuk instal windows di banyak komputer dengan cara cepat.

Local > Partition > To Image. Ini adalah pilihan untuk menyimpan partisi tertentu misal di system (C:) yang akan disimpan ke dalam sebuah file image.

Local  > Partition > To Partition. Akan menyalin/copy file dari partisi ke partisi lainnya.

7. Sekarang kita akan membuat backup untuk OS Windows. Seperti gambar diatas, artinya kita hanya ingin membuat backup file sistemnya, sehingga kita pilih cara Local  > Partition  > To Image

8. Silakan pilih drive yang akan di backup filenya, biasanya pada drive 1 (atas) lalu OK.



9. Pilih part 1 primary (yang merupakan part system windows). Bisa anda lihat pada atributnya seperti File System (NTFS/FAT32), volume label, ukurannya sebagai petunjuk, kemudian OK.

10.Kemudian pada Look in, tentukan dimana tempat file akan disimpan. File name: isi nama file lalu save dan pilih salah satu metode yang tersedia.

 Pilihan untuk metode compresi:
No : metode ini tidak mengubah file image dari ukuran file windows.
FAST : metode kompresi cepat, hasilnya kurang lebih 30% dari ukuran file asli.
HIGH : kompresi tingi, hasilnya bisa sampai 60% dari ukuran asli.

11. Orang sering menggunakan metode HIGH dan semua juga bisa digunakan jadi tergantung pilihan.

12. Setelah muncul tulisan Procesed with partition image creation?’ Pilih YES

13. Silakan tunggu hingga proses selesai dan muncul Image Box ‘Image Creation Completed Successfully’,

14. Untuk lanjut lagi klik Continue dan untuk keluar Klik Quit.

Dengan demikian anda sudah mempunyai file backup windows yang setiap saat bisa anda gunakan untuk restore jika terjadi masalah. Anda juga bisa back semua file yang ada di komputer dengan HBCD ini dengan baik. Dan untuk cara restore bisa anda lihat di judul berikutnya. Sekian Cara Backup/Cloning Windows Dengan Hiren's BootCD 15.2

Thursday, January 29, 2015

Warehouse Management System Proses



Warehouse Management System

Warehouse Management System bagian dari ERP (Enterprise Resource Planning), dimana berkaitan dengan Stock pada Inventory Gudang anda. Anda pernah dengar istilah 5S ? Ya. Tujuan Warehouse Management System adalah 5S.


 
Warehouse Management System Proses



Proses dalam warehouse Management System yaitu :
1. Penerimaan
Proses ini adalah awal dari Warehouse Management System dimana Barang Masuk kedalam Warehouse yang nantinya akan di manage secara penempatan dan pemakaian dalam proses selanjutnya ( Pengiriman barang ke Customer, Supplier, Bagian Produksi, dll ). 

2. Peletakan
Peletakan Barang sangat penting dalam Warehouse agar ketika dibutuhkan atau dicari dapat dengan mudah ditemukan.

3. Pengambilan
Pengambilan Barang harus memiliki Prosedur yang ketat dimana, tidak boleh menyalahi aturan yang dibuat, karena hal ini akan mempengaruhi akurasi jumlah inventory pada gudang anda. Pola pengambilan bisa berdasarkan FIFO.

4. Pengemasan
Pengemasan barang haruslah dibuat standard guna mencapai kerapihan, terutama akurasi dalam perhitungan jumlah stock barang yang dimiliki.

5. Pengantaran
Setiap barang yang dikirim keluar haruslah sesuai dengan dokumentasi yang tercatat dalam surat jalan atau dokumentasi lainnya. Ini adalah proses akhir didalam warehouse Management System itu sendiri.

Diantara ke 5 Proses diatas yang berperan dalam sebuah proses adalah point 2,3 dan 4. Sedangkan 1 sebagai Inputan/Masukan dan 5 sebagai Output/Keluaran.

Pada Warehouse Management System, apa yang harus dipersiapkan??
1. Identifikasi Barang
Definisikan Barang yang akan disimpan pada Gudang artinya Anda perlu tahu barang apa saja yang perlu disimpan pada gudang.

2. Klasifikasi Barang
Setelah anda mengetahui barang apa saja yang perlu harus disimpan kedalam gudang, kemudian anda perlu klasifikasi barang anda. Klasifikasi ini terkait dengan metode Penyimpanan dan Peletakan barang. Beberapa contoh yang mungkin terjadi ditempat anda 
*) Jika barang anda terkait dengan Makanan dan Minuman tentunya mempunyai tingkat kadarluasa yang berbeda-beda berdasarkan tanggal produksi.
*) Kondisi Barang, Klasifikasi ini bisa saja terkait barang NG, Good, ReWork, Finishgoods, WIP, Raw Material, Flamebility, Suhu. 

3. Kemasan Barang
Perlu nya kemasan standar, artinya sangat perlu diperhatikan bentuk kemasan, dimensi kemasan, kerapuhan kemasan, jumlah barang dalam kemasan, varian kemasan.

4. Lokasi Penyimpanan.
Lokasi penyimpanan haruslah mempunyai identitas masing-masing, Seperti Jumlah Rak, Tingkat Rak, Jumlah Lokasi Penyimpanan, kategory Tempat Penyimpanan terkait barang apa saja yang seharusnya disimpan pada lokasi penyimpanan tertentu.

Contoh dalam Rak, Setiap Rak harus diidentifikasi Misal kita punya 10 Rak anda bisa menamakan Rak A, B, C, D, E, F, G, H, I, J 

Jika dalam satu barisan ada beberapa Rak anda bisa menambahkan identifikasi barisan Contoh 10 Rak disusun 5 baris artinya tiap baris ada 2 rak, Maka Baris kita identifkasikan dengan R, karena ada 5 Baris maka R1, R2, R3, R4, R5.

Kemudian kita lebih spesifik lagi dengan Tingkat Rak, Misal ada 5 tingkat Anda bisa identifikasi L1, L2, L3, L4, L5

Setelah itu lebih spesifik lagi, Setiap tingkat dalam satu rak kita pecah dalam Ruang. Misal Rak A dengan L1 (Tingkat 1) di bagi menjadi 10 Ruang, Maka bisa kita identifkasi kedalam B1, B2, B3 Dst B10.
Khusus Lokasi yang memiliki suhu yang berbeda, haruslah memiliki nama lokasi yang berbeda pula.